DAERAHKESEHATANKesehatanKotawaringin Barat

Kabut Asap Mengubah Aktivitas Harian Warga Kalteng

3
×

Kabut Asap Mengubah Aktivitas Harian Warga Kalteng

Sebarkan artikel ini
Warga Pangkalan Bun mengenakan masker saat kabut asap menyelimuti kota. (bumikalteng.com/PB)

PANGKALAN BUN – Kabut asap yang memburuk di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah mulai mengubah kebiasaan harian masyarakat, dari aktivitas luar rumah hingga cara warga menjaga kondisi tubuh saat kualitas udara menurun.

Di Pangkalan Bun, misalnya, asap tebal pada pagi 2 September 2026 bahkan dilaporkan masuk ke rumah warga. Kondisi tersebut membuat sebagian warga memilih mengurangi aktivitas luar ruang dan menggunakan masker.

Warga Pangkalan Bun Gusti Imansyah menggambarkan kondisi udara yang dirasakannya pada pagi hari.

“Menghirup udara terasa sesak dan batuk, pakai masker pun masih tetap tercium bau asap, mata juga perih,” katanya.

Di tingkat provinsi, kualitas udara juga menjadi persoalan kesehatan yang serius. Koalisi RAKAT mencatat tingginya kasus ISPA dan kedatangan kelompok rentan ke safehouse selama situasi asap berlangsung.

Koordinator Posko RAKAT Agung Sesa mengatakan dampak karhutla sudah menyentuh aktivitas harian dan kesehatan kelompok rentan.

“Dampak Karhutla tidak hanya berupa kabut asap, tetapi juga gangguan kesehatan,” kata Agung Sesa.

Dalam kondisi seperti ini, kebiasaan sederhana seperti membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan pelindung pernapasan dan memantau kualitas udara menjadi semakin relevan dalam rutinitas sehari-hari.

Pergeseran kebiasaan tersebut juga terlihat di sektor pendidikan. Palangka Raya memperpanjang pembelajaran jarak jauh setelah kualitas udara berada pada kategori berbahaya.

Kabut asap akhirnya bukan hanya menjadi isu kebencanaan. Ia mulai memengaruhi cara warga bekerja, belajar, bepergian dan mengatur aktivitas sehari-hari.(PB/*)

Barito Timur

BUMDes Barito Timur Panen Nila, Dorong Ekonomi Desa…

error: Content is protected !!