KASONGAN – Pergantian kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Katingan memasuki babak baru. Bayu Ismaya resmi memimpin KONI Katingan periode 2026–2030 setelah dilantik bersama jajaran pengurus baru di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Katingan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Bupati Katingan Saiful menjadi salah satu pejabat utama yang memberikan arah kepada kepengurusan baru. Ia meminta KONI tidak berhenti pada pergantian struktur organisasi, tetapi segera menerjemahkannya menjadi pembinaan atlet yang menghasilkan prestasi.
“Kami berharap, pengurus KONI yang baru dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya, membangun olahraga di Kabupaten Katingan agar mampu melahirkan prestasi yang membanggakan bagi masyarakat,” ujar Saiful.
Menurut Saiful, keberhasilan pembinaan atlet tidak dapat dibebankan hanya kepada KONI. Pemerintah daerah, cabang olahraga, dunia usaha dan pemangku kepentingan lain harus bergerak dalam satu sistem pembinaan.
“Keberhasilan pembinaan atlet harus menjadi tanggung jawab bersama melalui sinergi antara pemerintah, KONI, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.
Sorotan berikutnya mengarah kepada agenda kompetisi olahraga tingkat provinsi. Bupati menegaskan atlet Katingan tidak boleh sekadar hadir sebagai peserta.
“Atlet yang kita kirim bukan hanya sekedar datang untuk berpartisipasi, tetapi harus mampu memberikan prestasi terbaik dan mengharumkan nama Kabupaten Katingan,” tegas Saiful.
Pesan tersebut menjadi tantangan pertama bagi kepengurusan Bayu Ismaya. KONI tidak hanya dituntut menyusun administrasi organisasi, tetapi juga memastikan program pembinaan berjalan sampai ke tingkat atlet.
Bayu sebelumnya terpilih melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) V KONI Katingan pada 18 Juni 2026. Dalam pemilihan tersebut, ia memperoleh 19 dari 33 suara sah, mengungguli kandidat lainnya, Budiman L. Gaol, yang memperoleh 14 suara.
Setelah resmi memimpin, Bayu menegaskan bahwa kepengurusannya ingin mengedepankan kerja bersama seluruh cabang olahraga.
“Prestasi olahraga tidak ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh besarnya hati, komitmen, dan niat untuk bekerja bersama. Mari kita jadikan pelantikan ini sebagai awal untuk bekerja dengan ikhlas dan solidaritas demi kemajuan olahraga Kabupaten Katingan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh cabang olahraga, pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha dan masyarakat untuk terlibat dalam membangun ekosistem olahraga Katingan.
“Kita akan fokus pada cabor-cabor yang memang terbukti mampu menghasilkan medali. Tetapi bukan berarti cabor lainnya ditinggalkan. Semua akan tetap menjadi bagian dari program pembinaan KONI,” kata Bayu dalam wawancara setelah terpilih.
Bayu menyadari kebutuhan pembinaan atlet tidak hanya menyangkut kemampuan bertanding. Kompetisi yang rutin, pelatih yang memadai, pemetaan cabang olahraga potensial serta dukungan pembiayaan menjadi bagian penting dalam membangun prestasi.
“Kami berharap adanya dukungan kebijakan dan anggaran yang memadai. Karena untuk menciptakan prestasi, tentu diperlukan pembinaan yang berkelanjutan dan persiapan yang matang,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan atlet agar memiliki kebanggaan ketika membawa nama daerah dalam sebuah pertandingan.
“Saya ingin atlet-atlet kita memiliki rasa bangga saat mengenakan atribut Kabupaten Katingan. Mereka harus memahami bahwa setiap perjuangan di arena pertandingan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk daerah yang mereka wakili,” tegas Bayu.
Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, pekerjaan rumah KONI Katingan kini bergeser dari proses organisasi menuju pembuktian prestasi.
Tantangannya bukan lagi siapa yang memimpin, melainkan seberapa jauh kepengurusan baru mampu mengubah potensi atlet Katingan menjadi prestasi yang terukur.(DN/*)











