MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara memperkuat layanan air bersih melalui dukungan pemerintah pusat berupa anggaran APBN 2026 senilai Rp50 miliar. Bupati Barito Utara Shalahuddin meninjau langsung pembangunan Instalasi Pengolahan Air di Muara Teweh pada Kamis, 3 September 2026.
Peninjauan dilakukan bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y. Tingan, Sekda Muhlis, sejumlah kepala perangkat daerah dan Direktur PDAM Muara Teweh Rosmanjaya Anor.
“Pelayanan air bersih kepada masyarakat berjalan baik,” kata Shalahuddin.
Pemerintah daerah tidak hanya memeriksa kondisi pelayanan saat ini, tetapi juga menyiapkan penyelesaian jangka panjang. Salah satu skema yang disiapkan adalah proyek multiyears agar persoalan distribusi air tidak berulang.
Shalahuddin menjelaskan, pada tahap jangka pendek pemerintah sudah melakukan langkah untuk menjaga kelancaran distribusi.
“Kita lakukan injeksi dan sudah lancar,” paparnya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses air bersih di kawasan perkotaan. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,5 miliar untuk program multiyears, sementara pelayanan air bersih di kawasan perkotaan ditargetkan dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Tantangan layanan air bersih bukan hanya menyangkut pembangunan instalasi, tetapi juga kapasitas jaringan dan kemampuan sistem menghadapi pertumbuhan kebutuhan masyarakat. Karena itu, dukungan APBN menjadi salah satu instrumen pembiayaan yang dinilai penting.
“Berharap di Barito Utara tidak ada krisis air,” kata Shalahuddin.
Program ini akan menjadi salah satu ukuran penting kemampuan pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.(MT/*)











