DAERAHKotawaringin Barat

Dapur Umum Jadi Penopang Relawan Karhutla Kobar

1
×

Dapur Umum Jadi Penopang Relawan Karhutla Kobar

Sebarkan artikel ini
Relawan menyiapkan makanan di dapur umum untuk mendukung personel penanganan karhutla.

PANGKALAN BUN – Dapur umum relawan di Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi bagian penting dari operasi penanganan karhutla karena kebutuhan makanan dan minuman untuk personel lapangan terus berjalan selama pemadaman.

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kobar menyalurkan bahan pangan ke dapur umum yang digunakan untuk mendukung relawan dan Tim Satgas Karhutla. Bantuan tersebut antara lain susu, ikan, buah, sayur, telur dan bahan kebutuhan dapur lainnya.

“Dapur umum ini bagian terpenting,” kata Eko Yulianti dari DWP Kobar.

Menurut dia, kebutuhan makanan dalam operasi karhutla bukan sekadar persoalan logistik. Personel yang bekerja berjam-jam di lapangan membutuhkan asupan yang cukup agar mampu mempertahankan stamina selama operasi berlangsung.

Bantuan juga diberikan sebagai bentuk dukungan kepada relawan yang memasak dan menyiapkan makanan setiap hari. Aktivitas dapur umum dilakukan tanpa jeda selama kebutuhan tim penanganan masih ada.

“Dapat memberikan manfaat bagi Tim Satgas,” ujar Eko.

Eko menyebut pengelolaan dapur umum sepenuhnya dilakukan relawan. Mereka bertugas menyiapkan makanan dan minuman untuk petugas serta relawan lain yang berada di lapangan.

“Full ditangani oleh relawan,” kata Eko.

Keberadaan dapur umum memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada armada pemadam dan personel lapangan. Rantai dukungan konsumsi ikut menentukan kemampuan tim bertahan dalam operasi yang panjang.

Di tengah kondisi tersebut, relawan juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga keselamatan selama kabut asap berlangsung dan tidak melakukan pembakaran yang dapat memicu sumber api baru.

Operasi dapur umum akan terus menyesuaikan kebutuhan lapangan. Selama pemadaman karhutla belum selesai, kebutuhan makanan dan minuman bagi petugas akan tetap menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan di garis depan.(PB/*)

error: Content is protected !!