DAERAHPalangka Raya

Asap Ganggu 34 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

1
×

Asap Ganggu 34 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut

Sebarkan artikel ini
Pesawat komersial berada di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya di tengah kondisi kabut asap.

PALANGKA RAYA – Kabut asap karhutla mengganggu sedikitnya 34 pergerakan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, selama 17-19 September 2026, ketika jarak pandang di area penerbangan turun hingga sekitar 800 meter.

Pengelola bandara mencatat 16 pergerakan terdampak pada Kamis, 17 September 2026, kemudian 18 pergerakan kembali terdampak pada Jumat, 18 September 2026. Sejumlah penerbangan bahkan dibatalkan, sementara maskapai lain masih menunggu perkembangan cuaca.

Executive General Manager Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan memastikan gangguan tersebut bukan akibat kerusakan fasilitas bandara maupun peralatan navigasi pendaratan.

“Dapat kami sampaikan bahwa gangguan operasional bandara ini terjadi akibat cuaca kabut asap yang memengaruhi jarak pandang kapten penerbang. Untuk melakukan kegiatan pendaratan dan lepas landas dengan baik, dibutuhkan jarak pandang tertentu,” ujar Made.

Menurut pengelola bandara, jarak pandang aman yang dibutuhkan berada pada kisaran 1.500 hingga 2.000 meter. Kondisi aktual sekitar 800 meter membuat pendaratan dan lepas landas harus disesuaikan demi keselamatan.

“Jarak pandang yang dianggap aman dan memenuhi standar keselamatan adalah sekitar 1.500 hingga 2.000 meter. Angka 800 meter ini masih sangat jauh dari syarat aman,” jelas Made.

Perubahan jarak pandang juga berlangsung dinamis karena dipengaruhi arah angin dan kepekatan asap. Karena itu, keputusan operasional penerbangan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan.

“Dengan demikian, dalam dua hari terdapat sedikitnya 34 pergerakan penerbangan yang terdampak kondisi kabut asap di Bandara Tjilik Riwut. Untuk hari Sabtu masih menunggu kondisi di lapangan,” katanya.

Gangguan tersebut tidak hanya dirasakan di Palangka Raya. Pada 17 September 2026, sejumlah penumpang yang menuju Palangka Raya juga mengalami pengalihan penerbangan ke Balikpapan. Salah seorang penumpang mengaku tertahan dua hari di Jakarta sebelum pesawatnya dialihkan.

“Saya sudah dua hari tertahan di Jakarta, penerbangan terhalang karena asap di Palangka Raya,” kata, Rudi, salah satu penumpang.

Pengelola Bandara Tjilik Riwut menyediakan ruang oksigen, ambulans selama jam operasional dan masker gratis bagi penumpang atau pengunjung yang mengalami gangguan kesehatan. Penumpang juga diminta memantau jadwal langsung dari maskapai karena perubahan operasional masih dapat terjadi. (fit/*)

error: Content is protected !!