DAERAHPulang Pisau

Bantu Petugas Karhutla, Bobon Santoso Siapkan Makanan dan Logistik di Tumbang Nusa

2
×

Bantu Petugas Karhutla, Bobon Santoso Siapkan Makanan dan Logistik di Tumbang Nusa

Sebarkan artikel ini
Bobon Santoso bersama Kodam Tambun Bungai menggelar Kuali Merah Putih dengan menyiapkan ribuan porsi makanan bagi relawan dan warga terdampak karhutla.

PULANG PISAU – Ribuan porsi makanan siap santap disiapkan kreator kuliner Bobon Santoso untuk membantu petugas dan relawan yang menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dapur umum didirikan di kawasan Camppeat, Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya, Kabupaten Pulang Pisau.

Bersama 10 anggota timnya, Bobon menargetkan penyediaan sekitar 3.000 porsi makanan per hari selama dua hari di Kalimantan Tengah. Selain makanan, tim juga menyiapkan 12.000 botol air mineral berukuran 1,5 liter, obat-obatan, vitamin, serta kebutuhan logistik lainnya. Informasi tersebut diberitakan detikKalimantan pada 23 Oktober 2026.

“Kami datang ke sini untuk membantu petugas dan relawan yang masih berjuang di lapangan. Penanganan karhutla ini sudah berlangsung cukup lama, bahkan hampir empat bulan,” ujar Bobon pada Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan bertajuk Kuliner Merah Putih itu dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Kodam XXII/Tambun Bungai. Dukungan tersebut mencakup kebutuhan logistik untuk memasak dan membantu kelancaran penyaluran bantuan kepada petugas di lapangan.

12 ribu botol air dan dukungan logistik

Bantuan yang disiapkan Bobon tidak hanya berupa makanan. Sebanyak 12.000 botol air mineral berukuran 1,5 liter juga disiapkan untuk mendukung kebutuhan petugas, relawan, dan masyarakat terdampak karhutla.

Jika seluruh botol tersebut berisi sesuai ukuran kemasan, total air yang disiapkan mencapai 18.000 liter. Namun, angka itu merupakan volume berdasarkan jumlah dan ukuran kemasan, bukan data mengenai jumlah air yang telah dibagikan kepada penerima.

“Kami juga membawa bantuan obat-obatan, vitamin, dan kebutuhan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dasar personel yang bekerja dalam kondisi lapangan yang berat,” ujarnya.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Jumat (23/10/2026) hingga Senin (26/10/2026). Dua hari pertama dipusatkan di Kalimantan Tengah, kemudian dilanjutkan ke Kalimantan Selatan pada dua hari berikutnya.

Gubernur dan Pangdam hadir, pohon ditanam

Pada Sabtu (24/10/2026), Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran dan Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin turut mengikuti kegiatan Kuliner Merah Putih di sekitar Posko Karhutla Camp Peat, Tumbang Nusa.

Agenda tersebut disertai penanaman pohon di kawasan terdampak karhutla. Penanaman itu menjadi bagian dari pesan pemulihan lingkungan di tengah upaya penanganan kebakaran.

“Penanaman pohon di lokasi terdampak menjadi pengingat bahwa penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman, tetapi juga berkaitan dengan upaya menjaga dan memulihkan lingkungan,” ungkap Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin.

Bantuan darurat dan pekerjaan yang belum selesai

Dukungan makanan, air minum, dan logistik merupakan kebutuhan penting bagi petugas serta relawan yang menjalankan penanganan karhutla. Akan tetapi, kegiatan bantuan sosial tidak menggantikan tugas utama penanggulangan bencana, mulai dari pemadaman, pencegahan kebakaran berulang, perlindungan kesehatan masyarakat, hingga pemulihan kawasan terdampak.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya menetapkan status Siaga Darurat Karhutla hingga 31 Oktober 2026. Dengan demikian, kegiatan bantuan pada 23-24 Oktober berlangsung ketika periode status siaga tersebut masih berjalan.

Besarnya bantuan yang disiapkan Bobon dan tim memperlihatkan dukungan masyarakat terhadap petugas di lapangan. Tantangan berikutnya adalah memastikan kebutuhan personel tetap terpenuhi, distribusi bantuan tepat sasaran, dan penanganan karhutla berjalan berkelanjutan.(din/*)

error: Content is protected !!