DAERAHKalimantan Tengah

Pemprov Kalteng Salurkan 233.250 Liter Air Bersih

2
×

Pemprov Kalteng Salurkan 233.250 Liter Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Distribusi air bersih Pemprov Kalteng kepada warga di wilayah terdampak kemarau.

PALANGKA RAYA – Kebakaran lahan bukan satu-satunya tekanan yang dihadapi masyarakat Kalteng pada musim kemarau. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mencatat distribusi air bersih telah mencapai 233.250 liter untuk membantu warga di berbagai wilayah.

Sejak 1 September, air yang disalurkan mencapai 74.450 liter. Sehari kemudian jumlahnya meningkat menjadi 158.800 liter. Distribusi menyasar desa dan kelurahan yang mengalami kesulitan air selama kemarau.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran mengatakan penanganan musim kemarau harus mencakup kebutuhan dasar warga, bukan hanya pemadaman karhutla.

“Pemprov Kalteng tidak hanya fokus pada kebakaran hutan dan lahan,” kata Agustiar.

Ia menambahkan distribusi dilakukan untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi ketika sumber air setempat terdampak kemarau.

“Termasuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat terdampak,” jelasnya.

Data dari Pemprov menunjukkan distribusi juga berlanjut pada 5 September. Sebanyak 139.200 liter air disalurkan ke sejumlah wilayah yang tersebar di sembilan kabupaten. Di antaranya Barito Timur, Seruyan dan Kotawaringin Barat.

Tekanan terhadap kebutuhan air berlangsung bersamaan dengan risiko karhutla. BMKG menyebut periode 4-10 September masih berada dalam fase yang relatif panas dan kering, meskipun hujan lokal tetap mungkin terjadi di beberapa wilayah.

Di Kapuas, pemerintah daerah merespons kondisi tersebut dengan rencana pembangunan dua embung penampung air baku dan penambahan mesin untuk mendukung pengolahan air bersih.

Langkah itu menunjukkan respons kemarau tidak lagi hanya berorientasi bantuan darurat, tetapi mulai diarahkan ke penguatan sumber daya air.

Dengan kondisi kering yang masih berlangsung, distribusi air bersih menjadi kebutuhan yang berjalan paralel dengan penanganan karhutla. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pasokan jika kondisi kemarau berlanjut.(fit/*)

error: Content is protected !!