DAERAHPalangka Raya

Asap Mempersempit Aktivitas Warga Palangka Raya

2
×

Asap Mempersempit Aktivitas Warga Palangka Raya

Sebarkan artikel ini
Maasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Palangka Raya membagikan masker saat kualitas udara memburuk akibat kabut asap.

PALANGKA RAYA – Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya mulai memengaruhi pola aktivitas warga, dari kegiatan luar ruang hingga pilihan untuk lebih banyak berada di dalam rumah.

Kondisi tersebut terasa bersamaan dengan kualitas udara yang berada pada kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Gangguan jarak pandang dan ketidaknyamanan pernapasan membuat sebagian warga mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Puncaknya sangat kabut sekali,” kata warga Palangka Raya Akhmad Fauzan saat menggambarkan kondisi udara.

Dampak kabut asap juga berpengaruh terhadap rutinitas keluarga. Sekolah memperpanjang pembelajaran jarak jauh dan pemerintah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar rumah selama kondisi udara belum membaik.

“Lebih baik tetap berada di rumah,” demikian imbauan yang disampaikan Dinas Pendidikan Palangka Raya.

Di tingkat pemerintah daerah, perhatian tidak hanya diarahkan pada pemadaman api, tetapi juga perlindungan terhadap warga yang terdampak. Gubernur Kalteng Agustiar Sabran meminta pelayanan terhadap masyarakat tidak terabaikan selama kabut asap berlangsung.

“Pastikan warga yang terdampak mendapatkan pelayanan,” ujar Agustiar.

Perubahan aktivitas ini membuat masker, pemantauan kualitas udara, pembatasan kegiatan olahraga di luar ruang dan penyesuaian jam aktivitas menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Bagi keluarga dengan anak sekolah, keputusan PJJ juga mengubah pola kerja dan pendampingan di rumah.

Kabut asap dengan demikian tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi turut mengubah kebiasaan masyarakat sehari-hari. Ruang publik yang biasanya dipenuhi aktivitas harus digunakan lebih terbatas selama kualitas udara belum kembali aman.

Perubahan rutinitas tersebut masih bersifat sementara. Kembalinya aktivitas normal sangat bergantung pada perkembangan karhutla, kualitas udara dan hasil penanganan di lapangan.(fit/*)

error: Content is protected !!