DAERAHKalimantan Tengah

Perjalanan Wisata ke Kalteng Naik 18,05 Persen Setahun

1
×

Perjalanan Wisata ke Kalteng Naik 18,05 Persen Setahun

Sebarkan artikel ini
Wisatawan menyusuri kawasan Taman Nasional Tanjung Puting di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. (Foto : Pinterest Fahmi)

PALANGKA RAYA – Perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalimantan Tengah mencapai 1.094.545 perjalanan pada Juli 2026. Angka tersebut naik 3,21 persen dibandingkan Juni dan meningkat 18,05 persen dibandingkan Juli 2025.

Data tersebut dirilis BPS Kalimantan Tengah pada awal September 2026. Kota Palangka Raya menjadi daerah tujuan perjalanan wisatawan nusantara terbanyak dengan 285.396 perjalanan.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga mengatakan mobilitas wisatawan nusantara tidak hanya meningkat dari luar daerah menuju Kalteng, tetapi juga dari warga Kalteng yang melakukan perjalanan.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalimantan Tengah mencapai 1.094.545 perjalanan,” kata Toto dalam rilis. Kamis, (17/9/2026).

Perjalanan wisatawan nusantara asal Kalteng pada bulan yang sama mencapai 1.077.160 perjalanan atau naik 2,24 persen dibandingkan Juni 2026.

“Sedangkan perjalanan wisatawan nusantara asal Kalimantan Tengah Bulan Juli 2026 mencapai 1.077.160 perjalanan,” ujarnya.

Aktivitas tersebut belum sepenuhnya tercermin pada tingkat hunian hotel bintang. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang pada Juli 2026 mencapai 48,51 persen, naik 0,47 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Jumlah tamu hotel bintang tercatat 51.706 orang dan 97,22 persen di antaranya merupakan tamu domestik.

Toto mengatakan Palangka Raya menjadi pusat tujuan perjalanan wisatawan nusantara di Kalteng.

“Jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalimantan Tengah tertinggi terjadi pada Kota Palangka Raya yang mencapai 285.396 perjalanan,” ungkapnya.

Sementara itu, sektor pariwisata Kalteng juga menghadapi gangguan akses. Pada September 2026, sejumlah wisatawan asing yang hendak menuju Taman Nasional Tanjung Puting sempat menunda perjalanan karena gangguan penerbangan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (fit/*)

error: Content is protected !!