DAERAHKalimantan Tengah

Karhutla Ancam Orangutan, Kemenhut Perkuat Satgas di Kalteng

1
×

Karhutla Ancam Orangutan, Kemenhut Perkuat Satgas di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Orangutan menjalani penanganan di fasilitas penyelamatan satwa Nyaru Menteng, Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (Foto : BOSF)

PALANGKA RAYA – Pemerintah memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah untuk menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap satwa, terutama orangutan.

Penguatan dilakukan bersama Kementerian Kehutanan, Balai KSDA Kalteng, Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Foundation International (OFI), dan OFI UK. Kementerian menegaskan satgas tersebut bukan lembaga baru, melainkan penguatan kerja sama yang sebelumnya sudah berjalan.

Menteri Kehutanan Raja Antoni mengatakan penanganan karhutla tidak cukup hanya berorientasi pada pemadaman api.

“Dampak Karhutla ini adalah selain kepada manusia, tentu adalah kepada satwa liar,” ujar Raja Antoni setelah mengecek kondisi orangutan di Nyaru Menteng, baru-baru ini.

Penguatan juga menyasar dukungan medis. Kemenhut memastikan ketersediaan dokter hewan dan membuka kemungkinan mendatangkan tenaga tambahan dari luar Kalteng apabila kemampuan yang tersedia tidak mencukupi.

“Pertama, ketersediaan dokter hewan. Kita sudah cek, masing-masing punya dokter hewan,” kata Raja Antoni.

Peralatan seperti tabung oksigen dan nebulizer juga disiapkan untuk membantu menangani gangguan pernapasan satwa akibat asap.

Di sisi lain, masyarakat diminta menjadi bagian dari sistem penyelamatan dengan melaporkan penemuan satwa terdampak kebakaran. Kemenhut memperkuat jalur pelaporan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Dan kita berharap nanti setiap masyarakat yang menemukan orang utan atau satwa liar lainnya di kampung mereka, telepon ke nomor ini,” kata Raja Antoni.

Penguatan konservasi tersebut berlangsung ketika Kalteng masih menghadapi tekanan karhutla. Data SiPongi Kemenhut menunjukkan hotspot high confidence di Kalteng mencapai 689 titik pada Senin, 14 September 2026, sebelum turun menjadi 266 titik berdasarkan pemantauan Selasa, 15 September 2026. (fit/*)

error: Content is protected !!