PALANGKA RAYA – Aktivitas penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya masih berjalan di tengah kabut asap karhutla, tetapi sejumlah penerbangan harus menyesuaikan jadwal karena jarak pandang menurun.
General Manager Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan mengatakan operasional penerbangan tetap berlangsung dengan penyesuaian, termasuk delay atau penjadwalan ulang, ketika visibilitas berada di bawah kondisi aman.
“Secara umum penerbangan tetap berjalan dengan penyesuaian (delay/reschedule) saat visibilitas menurun,” kata I Made Darmawan. Rabu, 2 September 2026.
Penyesuaian dilakukan bukan semata karena kenyamanan penumpang, tetapi menyangkut keselamatan penerbangan. Pembatalan atau pengalihan diterapkan ketika visibilitas turun signifikan hingga berada di bawah ambang batas keselamatan untuk pendaratan maupun lepas landas.
Kondisi ekstrem sebelumnya juga sempat terjadi pada 29–31 Agustus 2026. Bandara tetap menjadi pintu utama mobilitas udara Kalteng, dengan rute menuju sejumlah kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Balikpapan serta sejumlah rute perintis.
Situasi tersebut menunjukkan dampak kabut asap kini tidak hanya dirasakan warga di darat, tetapi juga mulai memengaruhi konektivitas transportasi udara Palangka Raya.
Bagi pengguna jasa penerbangan, perubahan jadwal menjadi konsekuensi yang harus diantisipasi selama kondisi jarak pandang belum stabil.(fit/*)











