DAERAHKalimantan Tengah

Bush Valentino Sampaikan Duka atas Tragedi Heli Seruyan, Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Gubernur

2
×

Bush Valentino Sampaikan Duka atas Tragedi Heli Seruyan, Apresiasi Sinergi TNI-Polri dan Gubernur

Sebarkan artikel ini
Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung.

PALANGKA RAYA – Tragedi kecelakaan helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat di perairan Kabupaten Seruyan meninggalkan duka mendalam. Tiga personel gugur ketika menjalankan misi kemanusiaan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Palangka Raya, Bush Valentino Lambung, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para prajurit yang meninggal dunia. Ia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, dan Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan atas respons dan dukungan dalam penanganan serta evakuasi korban.

“Ini merupakan duka kita bersama. Para prajurit tersebut sedang menjalankan tugas untuk kepentingan masyarakat, membantu penanganan karhutla. Kami menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian mereka. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” kata Bush, Jumat (6/11/2026).

Menurutnya, perhatian dan keterlibatan langsung pemerintah daerah bersama pimpinan TNI dan Polri dalam penanganan musibah tersebut mencerminkan pentingnya kehadiran negara ketika masyarakat dan aparat menghadapi situasi darurat.

Ia menilai koordinasi lintas institusi menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan pencarian, pertolongan, hingga evakuasi seluruh kru dapat diselesaikan.

“Kami mengapresiasi Gubernur Agustiar Sabran, Pangdam Mayjen TNI Zainul Arifin, dan Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan yang menunjukkan kepedulian dan perhatian terhadap para korban. Kami juga memberikan penghargaan kepada seluruh personel gabungan yang bekerja keras di lapangan, termasuk tim penyelam yang menghadapi kondisi tidak mudah untuk mengevakuasi korban terakhir,” ujarnya.

Kecelakaan helikopter MI-17V5 dengan nomor registrasi HA-5235 itu terjadi pada Rabu (4/11/2026) di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan. Helikopter mengalami kecelakaan saat menjalankan misi water bombing di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Dari delapan personel di dalam helikopter, tiga dinyatakan meninggal dunia dan lima lainnya berhasil selamat. Seluruh kru akhirnya ditemukan setelah jenazah Serda Heri berhasil dievakuasi dari bangkai helikopter oleh tim SAR gabungan pada Jumat (6/11/2026).

Bush berharap para personel yang selamat segera pulih dan keluarga korban yang meninggal dunia senantiasa diberikan kekuatan menghadapi kehilangan.

“Pengabdian tidak selalu diukur dari keberhasilan sebuah misi, tetapi juga dari keberanian mempertaruhkan diri untuk kepentingan orang banyak. Semoga pengorbanan para prajurit ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang arti tanggung jawab, solidaritas, dan kemanusiaan,” tutupnya.(aya/*)

error: Content is protected !!