DAERAHKalimantan TengahOLAHRAGAUmum

Atlet Muda Mulai Dipetakan, PODSI Kalteng Siapkan Regenerasi Menuju Kompetisi Nasional

2
×

Atlet Muda Mulai Dipetakan, PODSI Kalteng Siapkan Regenerasi Menuju Kompetisi Nasional

Sebarkan artikel ini
Atlet dayung Kalteng berlatih sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov, Kejurnas Dayung Senior, dan Pra-PON.

PALANGKA RAYA – Persiapan cabang olahraga dayung Kalimantan Tengah memasuki tahap lebih terstruktur. Pengurus Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalteng periode 2026–2030 membentuk satuan tugas khusus untuk menyiapkan tiga agenda besar: Pekan Olahraga Provinsi, Kejuaraan Nasional Dayung Senior, dan babak kualifikasi PON.

Keputusan itu diambil dalam rapat internal pengurus di Palangka Raya pada Senin malam, 28 September 2026. Pembinaan atlet, regenerasi, peningkatan kualitas latihan, serta pembenahan sarana dan prasarana menjadi bagian dari agenda yang mulai dipetakan.

Ketua Umum PODSI Kalteng, Juni Gultom, mengatakan pengurus ingin menyiapkan tahapan pembinaan sejak sekarang, bukan menunggu kompetisi mendekat.

“Semua berkomitmen untuk bekerja keras mewujudkan slogan ‘Dayung Kalteng Berprestasi’,” ujar Juni. Selasa (29/9/2026).

Menurut dia, persiapan tidak hanya diarahkan pada satu kejuaraan. Pengurus akan menyusun tahapan berkelanjutan dari Porprov, Kejurnas, Pra-PON hingga PON.

“Mulai sekarang kita siapkan berbagai ajang dan kompetisi tersebut,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tim tersebut tidak hanya menyiapkan keikutsertaan, tetapi juga memetakan kebutuhan atlet, pelatih dan sarana sejak awal.

Chandra ditunjuk sebagai Ketua Satgas. Tim itu akan melibatkan seluruh pelatih dalam proses pembinaan sekaligus penjaringan atlet.

“Pemetaan atlet harus dilakukan sampai ke daerah agar talenta yang selama ini belum terlihat bisa masuk dalam pembinaan,” jelas Chandra.

Tahap awal mencakup inventarisasi sarana-prasarana dan pemetaan atlet di seluruh wilayah Kalteng. PODSI juga menyiapkan pencarian bakat usia muda untuk empat subcabang, yakni rowing, canoeing, dragon boat, dan slalom.

Langkah tersebut membuat fokus pembinaan tidak berhenti pada atlet yang sudah aktif. Data atlet, kebutuhan fasilitas, dan jalur regenerasi mulai ditempatkan sebagai bagian dari persiapan jangka panjang.(fit/*)

error: Content is protected !!