DAERAHKalimantan TengahOLAHRAGASepak Bola

Isen Mulang Kalteng FC Resmi Hadir, Sepak Bola Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Kalteng

1
×

Isen Mulang Kalteng FC Resmi Hadir, Sepak Bola Dibidik Jadi Mesin Ekonomi Baru Kalteng

Sebarkan artikel ini
Peluncuran skuad Isen Mulang Kalteng FC di Bundaran Besar Palangka Raya. (bumikalteng.com/fit)

PALANGKA RAYA – Kehadiran Isen Mulang Kalteng FC di kompetisi kasta tertinggi sepak bola nasional musim 2026/2027 tidak hanya membawa harapan kebangkitan prestasi olahraga Kalimantan Tengah. Pemerintah Provinsi Kalteng juga melihat klub tersebut sebagai pintu masuk untuk menggerakkan UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif hingga promosi daerah ke tingkat nasional.

Isen Mulang Kalteng FC telah memperkenalkan skuad dan jersey baru di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya. Klub tersebut dijadwalkan memainkan 17 pertandingan kandang di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, sepanjang musim kompetisi.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menilai keberadaan klub tersebut dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru karena setiap pertandingan berpotensi mendatangkan suporter, pemain, ofisial dan wisatawan dari berbagai daerah.

“Presiden Prabowo selalu berpesan tentang pentingnya koperasi dan UMKM dalam meningkatkan perekonomian daerah. Saya yakin kehadiran Isen Mulang yang akan menjamu tim-tim besar Super League akan menghadirkan denyut nadi ekonomi daerah,” tutur Agustiar.

Menurut dia, pertandingan sepak bola tidak boleh berhenti sebagai tontonan olahraga. Mobilitas penonton di sekitar stadion dapat membuka peluang usaha bagi pedagang makanan, merchandise, transportasi, perhotelan dan berbagai sektor ekonomi kreatif.

“ Kalteng banyak memiliki destinasi wisata menarik yang bisa menjadi perhatian Indonesia dan dunia,” kata Agustiar.

Gubernur juga memberikan penekanan pada identitas klub yang menggunakan semangat “Isen Mulang” atau pantang mundur. Ia berharap semangat tersebut menjadi simbol keberanian Kalteng bersaing di level nasional.

“Isen Mulang itu artinya pantang mundur. Semangat itu harus dibawa dalam setiap pertandingan. Kita ingin Kalteng tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu bersaing dan menunjukkan kemampuan di tingkat nasional,” tegasnya.

Momentum kompetisi juga dinilai memiliki efek ganda. Selain sektor olahraga, pemerintah memproyeksikan hadirnya peluang sport tourism, terutama karena suporter tim tamu kini dapat kembali hadir dalam pertandingan.

Di sisi klub, Presiden Isen Mulang Kalteng FC Eko Setiawan mengatakan pembangunan sepak bola tidak berhenti pada tim senior. Pembinaan usia muda juga disiapkan melalui akademi.

“Isen Mulang Kalteng FC tidak hanya membawa tim utama, tetapi juga membangun akademi untuk kelompok usia U-16, U-18, dan U-20,” kata Eko.

Pemerintah berharap keberadaan klub profesional tersebut mampu membentuk ekosistem olahraga sekaligus memperluas citra Kalimantan Tengah di tingkat nasional.(fit/*)

error: Content is protected !!