PALANGKA RAYA – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai 4 September 2026 karena kualitas udara masih berada pada kategori sangat tidak sehat akibat kabut asap.
Keputusan itu merupakan perkembangan terbaru pada Kamis, 3 September, setelah pemerintah daerah terus memantau kondisi udara dan mempertimbangkan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidikan.
“ISPU masih berada pada kategori sangat tidak sehat,” kata Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya Aprae Vico Ranan.
PJJ diperpanjang agar kegiatan belajar tetap berjalan tanpa membuat siswa harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara yang belum aman. Evaluasi kebijakan dilakukan secara berkala mengikuti perubahan kualitas udara.
Vico menegaskan aspek kesehatan menjadi pertimbangan utama keputusan tersebut. “Kesehatan dan keselamatan” menjadi prioritas, katanya.
Meski berlangsung dari rumah, pembelajaran tidak dihentikan. Sekolah tetap diarahkan menjaga kegiatan akademik, termasuk literasi, numerasi, pembentukan karakter, dan pembiasaan positif. Orang tua juga diminta ikut mendampingi anak selama PJJ berlangsung.
“Pembelajaran tetap berjalan,” ujar Vico.
Dinas Pendidikan juga mengimbau warga membatasi aktivitas luar rumah selama kualitas udara belum membaik. Kondisi tersebut membuat pengelolaan pembelajaran harus menyesuaikan perkembangan harian, bukan hanya mengikuti jadwal kalender pendidikan.
Perpanjangan PJJ akan terus dievaluasi. Dengan demikian, kembalinya pembelajaran tatap muka di Palangka Raya masih bergantung pada perubahan kualitas udara dan hasil pemantauan pemerintah daerah.(fit/*)











