KASONGAN – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-IV Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Katingan menjadi momentum penting dalam memperkuat peran lembaga adat dalam pembangunan daerah. Kegiatan yang digelar di Aula Bappedalitbang Katingan, Rabu 5 November 2025, secara resmi dibuka oleh Bupati Katingan Saiful.
Dalam kesempatan itu, Bupati Saiful menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga adat dalam menjaga harmoni sosial sekaligus mendukung program pembangunan. “Dewan Adat Dayak bukan hanya penjaga tradisi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berbudaya dan berdaya saing,” jelasnya.
Saiful berharap melalui Musda Ke-IV ini, DAD Katingan dapat melahirkan kepemimpinan baru yang solid, visioner, dan mampu merangkul semua unsur masyarakat adat. “Musda ini harus menjadi ajang melahirkan gagasan dan keputusan yang sejalan dengan semangat pembangunan dan pelestarian budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DAD Katingan Hariadi P. Samat menyebut Musda sebagai wadah refleksi dan evaluasi organisasi dalam memperkuat peran DAD sebagai penjaga marwah dan nilai-nilai luhur adat Dayak. “Kita ingin memastikan bahwa adat dan pembangunan berjalan seiring. Pembangunan tanpa adat akan kehilangan jati diri, sementara adat tanpa pembangunan akan tertinggal oleh zaman,” tegas Hariadi.
Hariadi juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjunjung tinggi semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam bermusyawarah. “Perbedaan pendapat itu wajar, namun mari jadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mencapai mufakat demi kemajuan masyarakat adat di Katingan,” ucapnya.
Kegiatan Musda Ke-IV DAD Katingan turut dihadiri Wakil Bupati Firdaus, Ketua DPRD Katingan Marwan Susanto, Wakil Ketua Umum DAD Kalimantan Tengah Walter S. Penyang, serta para tokoh adat dan undangan lainnya.












