DAERAHKotawaringin Timur

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Super Air Jet Gagal Mendarat di Sampit

2
×

Kabut Asap Ganggu Penerbangan, Super Air Jet Gagal Mendarat di Sampit

Sebarkan artikel ini
Kabut asap akibat karhutla mengganggu jarak pandang di kawasan Bandara Haji Asan Sampit, Kotawaringin Timur. Pesawat Super Air Jet rute Jakarta–Sampit gagal mendarat. (Ist.)

SAMPIT – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menghambat penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Minggu (23/8/2026). Pesawat Super Air Jet nomor penerbangan IU350 yang membawa 148 penumpang gagal mendarat setelah dua kali melakukan percobaan dan akhirnya kembali ke Jakarta.

Kepala Kantor UPBU Kelas II Haji Asan Sampit Abdul Haris mengatakan kondisi asap di sekitar bandara membuat jarak pandang berada pada batas minimum keselamatan penerbangan.

Pesawat IU350 dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 12.35 WIB menuju Sampit. Namun, ketika mendekati Bandara Haji Asan, pesawat tidak dapat melanjutkan pendaratan dan melakukan return to base (RTB) ke Jakarta.

Dari total penumpang, terdapat dua bayi dan satu anak.

Salah seorang penumpang, Sari, mengatakan pesawat sempat berputar sebelum pilot kembali mencoba melakukan pendaratan.

“Pesawat sempat berputar dua kali mencoba dua kali pendaratan,” kata Sari.

Menurut dia, pesawat akhirnya kembali ke Jakarta karena situasi tidak memungkinkan untuk mendarat. Keputusan tersebut dinilai berkaitan dengan aspek keselamatan penerbangan dan dipahami oleh para penumpang.

“ Kondisi rawan membahayakan keselamatan,” ujarnya.

Dampak gangguan juga mengenai penerbangan IU351 rute Sampit-Jakarta. Penerbangan yang semula dijadwalkan berangkat pukul 14.50 WIB tersebut ikut dibatalkan.

Corporate Communications Strategic Wings Air Danang Mandala Prihantoro membenarkan adanya gangguan terhadap penerbangan tersebut. Maskapai masih melakukan koordinasi untuk memberikan keterangan lebih lanjut.

Sebagian penumpang kemudian berupaya mencari penerbangan alternatif melalui Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Namun, upaya tersebut belum langsung menyelesaikan persoalan karena penumpang masih harus mendapatkan tiket dan menunggu jadwal penerbangan berikutnya.

“Ini masih mencari tiket juga,” kata Sari.

Gangguan penerbangan ini menjadi salah satu dampak karhutla yang dirasakan langsung masyarakat. Kabut asap tidak hanya mengganggu aktivitas di darat, tetapi juga memengaruhi operasional transportasi udara ketika jarak pandang berada pada kondisi yang tidak memenuhi batas keselamatan.

Otoritas Bandara Haji Asan Sampit mengimbau calon penumpang memastikan perkembangan status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat menuju bandara, terutama ketika kondisi jarak pandang terganggu asap.(GN/*)

error: Content is protected !!